RASNY, NUR SELVI and Malik, Abdul and Elfitra, Legi (2025) ANALISIS KESALAHAN AFIKSASI RAGAM BAKU LISAN DALAM ACARA RAKYAT BERSUARA BULAN SEPTEMBER TAHUN 2024 PADA KANAL YOUTUBE OFFICIAL INEWS. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
NUR SELVI RASNY_2103010002_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Cover.pdf - Published Version Download (964kB) |
|
|
Text (Abstrak)
NUR SELVI RASNY_2103010002_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Abstrak.pdf - Published Version Download (246kB) |
|
|
Text (BAB I)
NUR SELVI RASNY_2103010002_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - BAB I.pdf - Published Version Download (224kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
NUR SELVI RASNY_2103010002_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (214kB) |
|
|
Text (Full Teks)
NUR SELVI RASNY_2103010002_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan afiksasi ragam baku lisan dalam acara Rakyat Bersuara selama September 2024 yang diunggah di kanal YouTube Official iNews. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah acara Rakyat Bersuara selama September 2024. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dengan berbantuan teknik simak dan teknik catat sebagai teknik pengumpulan data penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat beberapa jenis kesalahan afiksasi ragam baku lisan dalam acara Rakyat Bersuara selama September 2024, yaitu dikategorikan sebagai berikut. 1) bunyi yang seharusnya luluh tidak diluluhkan, seperti pada bentuk kata memposisikan, mensejahterakan, mempolopori, dan mengkonfirmasi. Kesalahan ini menunjukkan ketidaksesuaian kaidah peluluhan fonem /p, s, dan k/ pada prefiks meN-; 2) penyingkatan morfem yang tidak tepat, seperti pada bentuk kata nyapres, ngerasain, ngelarang, dan ngelaporin. Kesalahan ini terjadi karena penyederhanaan morfem yang tidak sesuai dengan kaidah tata baku bahasa Indonesia; 3) penggunaan afiks yang tidak tepat, seperti pada bentuk kata ketemu, kepancing, korelisasi, meuji, maksimalisasi, bekatakan, kebayang, dan ketangkap. Kesalahan ini terjadi karena penggunaan afiks yang salah pada kata tertentu sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran makna dan membentuk kata tidak baku; dan 4) penentuan kata dasar yang tidak tepat, seperti pada bentuk kata memeningkatkan, rohaniawan, mengkesampingkan, penggeroyokan, berkesesuaian, menggendarai, dan dikesampingkan. Kesalahan ini melibatkan penggunaan afiks yang mengubah bentuk kata dasar yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 400. Bahasa > 410. Linguistics (Linguistik, Bahasa Indonesia | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | |||||||||
| Depositing User: | user Bahasa1 | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Feb 2025 07:45 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Feb 2025 07:45 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/8526 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
