WASKITO, TRI WAHYU RONGGO and Nazaki, Nazaki and Yudhanto, Satyagraha Adiputra (2025) STRATEGI BAWASLU KOTA TANJUNGPINANG DALAM MENGAWASI NETRALITAS ASN PADA PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2020. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
TRI WAHYU RONGGO WASKITO_180565201097_ILMU PEMERINTAHAN_COVER.pdf - Published Version Download (903kB) |
|
|
Text (Abstrak)
TRI WAHYU RONGGO WASKITO_180565201097_ILMU PEMERINTAHAN_ABSTRAK.pdf - Published Version Download (50kB) |
|
|
Text (BAB I)
TRI WAHYU RONGGO WASKITO_180565201097_ILMU PEMERINTAHAN_BAB I.pdf - Published Version Download (139kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
TRI WAHYU RONGGO WASKITO_180565201097_ILMU PEMERINTAHAN_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (143kB) |
|
|
Text (Full Teks)
TRI WAHYU RONGGO WASKITO_180565201097_ILMU PEMERINTAHAN_FULL TEKS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji strategi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang dalam mengawasi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2020. Isu netralitas ASN dalam konteks Pemilu di Indonesia memunculkan perhatian signifikan, mengingat peran strategis ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Kota Tanjungpinang, sebagai ibu kota Provinsi Kepri, memiliki ASN sebanyak 3115 orang, dan dugaan pelanggaran netralitas ASN juga tidak terhindarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Purposive Sampling untuk memilih 5 informan yang dianggap memiliki informasi relevan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori strategi Wheelen dan Hunger digunakan sebagai dasar analisis, melibatkan empat elemen manajemen strategi: Pemindaian Lingkungan, Perumusan Strategi, Implementasi Strategi, dan Evaluasi serta Kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu Kota Tanjungpinang mengambil langkah-langkah strategis untuk mengawasi netralitas ASN selama Pilkada 2020. Strategi ini melibatkan analisis SWOT, peningkatan kapasitas internal, dan sosialisasi. Fokus utama Bawaslu adalah pada tujuan dan sasaran strategis, termasuk definisi netralitas ASN, peningkatan kualitas pengawasan, sosialisasi, dan penindakan. Bawaslu memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai sumber pendanaan untuk kegiatan pengawasan. Evaluasi pasca-Pilkada 2020 dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kinerja, melibatkan koordinasi stakeholder dan memastikan netralitas ASN. Sebagai langkah ke depan, Bawaslu berencana untuk berinovasi, memperkuat aspek pengawasan yang kurang efektif, fokus pada pencegahan, dan menyesuaikan pembaruan sesuai regulasi untuk menghadapi tantangan di masa pemilihan berikutnya atau situasi serupa.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan > 324.6 Election System/Pemilihan Umum, Pemilu |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan | |||||||||
| Depositing User: | user ilmupemerintahan | |||||||||
| Date Deposited: | 19 Feb 2025 02:35 | |||||||||
| Last Modified: | 19 Feb 2025 02:35 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9050 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
