Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN KEKERASAN ANAK DI KABUPATEN BINTAN

JAYA, JEPRI and Winarti, Novi and Darmawan, Eki (2025) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN KEKERASAN ANAK DI KABUPATEN BINTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
JEPRI JAYA_2105010007_Ilmu Pemerintahan_Cover.pdf - Published Version

Download (512kB)
[img] Text (Abstrak)
JEPRI JAYA_2105010007_Ilmu Pemerintahan_Abstrak.pdf - Published Version

Download (298kB)
[img] Text (Bab I)
JEPRI JAYA_2105010007_Ilmu Pemerintahan_Bab I.pdf - Published Version

Download (397kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
JEPRI JAYA_2105010007_Ilmu Pemerintahan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (318kB)
[img] Text (Full Teks)
JEPRI JAYA_2105010007_Ilmu Pemerintahan_Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Kekerasan terhadap anak termasuk salah satu tindak kejahatan, Kabupaten Bintan setiap tahunnya kasus kekerasan terhadap anak selalu meningkat. Perlindungan anak sendiri bahkan sudah disebutkan di dalam Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis collaborative governance dalam penanggulangan kekerasan anak di Kabupaten Bintan. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah teori collaborative governance menurut Ansell & Gash yang terdiri dari lima indikator yaitu face to face, trust building, commitment to proses, shared understanding, intermediate outcomes. Hasil temuan dalam penelitian ini ialah 1.Face to face sudah berjalan dengan baik ini dibuktikan seringnya aktor yang terlibat berjumpa satu sama lain untuk menyelesaikan kekerasan anak; 2.Trust building untuk membangun kepercayaan sering koordinasi antar aktor tersebut dan terdapat hambatan seperti waktu yang selalu tidak selalu bisa bersamaan saat turun lapangan; 3.commitment to proses komitmen aktor sudah baik namun terdapat hambatan seperti seringnya pergantian kepala jabatan tersebut dan hambatan lainnya ialah masih terdapat ego aktor tersebut; 4. shared understanding pemahaman bersama tentang kekerasan anak antar aktor yang terlibat sudah baik dilakukan dengan menyelaraskan pemahaman seperti, perundingan, sosialisasi dan komunikasi; 5.intermediate outcomes membuat penanggulangan dan pelayanan dalam kekerasan terhadap anak menjadi lebih biak. Kesimpulan Collaborative governance dalam penanggulangan kekerasan anak di Kabupaten Bintan sudah berjalan kolaborasi antar aktor seperti antar instansi pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat sudah terbentuk. sedangkan Indikator komitmen pada proses dan hasil sementara masih perlu ditingkatkan. Keterbatasan waktu dan masa jabatan menghalangi aktor untuk melakukan peran pencegahan, pendampingan, dan sosialisasi. Hasil kerja sama sudah mulai terlihat dalam layanan, tetapi tingkat kekerasan anak masih tinggi dan banyak kasus diselesaikan secara damai. Selain itu, komitmen dan koordinasi yang lebih baik diperlukan karena status KLA masih stagnan. Kata kunci: Collaborative Governance, Kekerasan Anak, Penanggulangan

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDWinarti, NoviNIP.198911052018032001
UNSPECIFIEDDarmawan, EkiNIDN.0027129002
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Pemerintahan
Depositing User: user ilmupemerintahan
Date Deposited: 29 Jul 2025 06:31
Last Modified: 29 Jul 2025 06:31
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9193

Actions (login required)

View Item View Item