RENGGANIS, MUTIA and Pratomo, Arief and Rahma Hidayati, Jelita (2025) PENGUNGKAPAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA DENGAN METABARCODING DATA DNA LINGKUNGAN DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PULAU LOMBOK. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
MUTIA RENGGANIS_2002010025_Ilmu Kelautan_Cover.pdf - Published Version Download (685kB) |
|
|
Text (Abstrak)
MUTIA RENGGANIS_2002010025_Ilmu Kelautan_Abstrak.pdf - Published Version Download (53kB) |
|
|
Text (Bab I)
MUTIA RENGGANIS_2002010025_Ilmu Kelautan_Bab I.pdf - Published Version Download (72kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
MUTIA RENGGANIS_2002010025_Ilmu Kelautan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (117kB) |
|
|
Text (Full Teks)
MUTIA RENGGANIS_2002010025_Ilmu Kelautan_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keanekaragaman Arthropoda di Kawasan Konservasi Perairan Pulau Lombok menggunakan teknik metabarcoding terhadap data mentah DNA lingkungan (eDNA). Data dalam penelitian ini menggunakan data dari database GenBank yang diambil dari tipe sampel air dan sedimen di 18 stasiun dengan filtrasi pori membran 0,4 µm dan 12 µm. Analisis bioinformatika dilakukan dengan aplikasi QIIME2 untuk mengidentifikasi Amplicon Sequence Variants (ASV) dan mengklasifikasikan takson Arthropoda. Hasil penelitian mengidentifikasi 247 ASV Arthropoda laut yang terdiri atas 3 subfilum (Crustacea, Insecta Sedis, dan Chelicerata), 5 kelas, dan 15 ordo. Subfilum Crustacea mendominasi, terdiri atas ordo Harpacticoida, Cyclopoida, dan Calanoida sebagai ordo paling melimpah. Keanekaragaman Arthropoda laut lebih tinggi pada sampel sedimen dibandingkan air laut, serta pada filtrasi pori 0,4 µm lebih dominan dibandingkan 12 µm. Analisis keanekaragaman alfa (Indeks Shannon) menunjukkan Lombok Timur memiliki keanekaragaman tertinggi, sementara untuk zona konservasi keanekaragaman tertinggi ditemukan di Zona Umum, yang kemungkinan terdiri atas biota planktonik yang dapat menjadi penghubung antar wilayah ekosistem. Analisis keanekaragaman beta (Bray-Curtis) mengindikasikan perbedaan signifikan antar tipe sampel dan fraksi pori. Temuan ini memperkuat potensi metabarcoding eDNA sebagai alat efektif untuk mengungkap biodiversitas laut, perlunya pengembangan database referensi guna meningkatkan identifikasi spesies yang belum terklasifikasi. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan kawasan konservasi dan strategi konservasi Arthropoda laut di Indonesia. Kata kunci: Arthropoda laut, eDNA, metabarcoding, keanekaragaman hayati, konservasi laut, QIIME2.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 501. Ilmu Pengetahuan Alam | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Ilmu kelautan | |||||||||
| Depositing User: | user ilmukelautan | |||||||||
| Date Deposited: | 31 Jul 2025 04:25 | |||||||||
| Last Modified: | 31 Jul 2025 04:25 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9291 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
