DWITA, DWITA and Tri, Apriadi and Winny, Retna Melani (2025) FITOPLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN PESISIR TELUK SASAH PULAU BINTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
DWITA_2102020002_Manajemen Sumberdaya Perairan - Cover.pdf - Published Version Download (407kB) |
|
|
Text (Abstrak)
DWITA_2102020002_Manajemen Sumberdaya Perairan - Abstrak.pdf - Published Version Download (158kB) |
|
|
Text (BAB I)
DWITA_2102020002_Manajemen Sumberdaya Perairan - BAB I.pdf - Published Version Download (110kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DWITA_2102020002_Manajemen Sumberdaya Perairan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (162kB) |
|
|
Text (Full Teks)
DWITA_2102020002_Manajemen Sumberdaya Perairan - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Fitoplankton yang berperan sebagai produsen primer di perairan memiliki sensitivitas terhadap perubahan kondisi lingkungan. Kehadiran bahan pencemar organik dan anorganik yang berasal dari permukiman dan industri yang ada di sekitar pesisir dapat memengaruhi struktur komunitas fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perairan Teluk Sasah Pulau Bintan berdasarkan struktur komunitas fitoplankton melalui indeks saprobik. Penelitian dilakukan pada Januari-Februari 2025 dengan metode systematic random sampling di 30 titik pengamatan. Parameter fisika dan kimia air yang dianalisis yaitu suhu, kecerahan, kedalaman, kekeruhan, pH, DO, salinitas, BOD, nitrat, fosfat, dan amonia. Analisis struktur komunitas fitoplankton meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman (H'), keseragaman (E), dominansi (C), dan indeks saprobik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa parameter kecerahan, konsentrasi fosfat, dan nitrat tidak memenuhi standar baku mutu PP RI No. 22 Tahun 2021. Hasil identifikasi fitoplankton terdiri dari 4 divisi dan 34 genera dengan total kelimpahan rata-rata fitoplankton berkisar 1.401.566 sel/m3. Kelimpahan tertinggi pada genus Chaetoceros sp. sebesar 358.767 sel/m3 dan terendah genus Climacodmium sp. 109 sel/m3. Berdasarkan hasil indeks ekologi, perairan Teluk Sasah menunjukkan keanekaragaman (H') tergolong rendah (2,20), keseragaman (E) sedang (0,71), dan dominansi (C) rendah (0,16). Nilai-nilai ini mengindikasikan bahwa perairan Teluk Sasah mengalami tekanan ekologis ringan. Berdasarkan indeks saprobik, perairan Teluk Sasah mengalami pencemaran bahan organik dan anorganik kategori rendah atau β-Mesosaprobik. Berdasarkan hasil analisis korelasi, suhu, kecerahan, pH, dan fosfat merupakan parameter fisika-kimia yang menunjukkan hubungan signifikan terhadap kelimpahan fitoplankton di perairan Teluk Sasah.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 363.73 Pollution/Masalah Pencemaran Lingkungan, Polusi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user manajemenSP | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2025 07:58 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2025 07:58 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9563 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
