JUMARI, JUMARI and Diana, Azizah and Deni, Sabriyati (2025) PERUBAHAN KERAPATAN MANGROVE PADA TAHUN 2019 DAN 2024 DI PERAIRAN SEI AWAT PULAU BINTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
JUMARI_190254242020_Manajemen_Sumberdaya_Perairan_Cover.pdf - Published Version Download (454kB) |
|
|
Text (Abstak)
JUMARI_190254242020_Manajemen_Sumberdaya_Perairan_Abstrak.pdf - Published Version Download (194kB) |
|
|
Text (BAB 1)
JUMARI_190254242020_Manajemen_Sumberdaya_Perairan_BAB 1.pdf - Published Version Download (216kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
JUMARI_190254242020_Manajemen_Sumberdaya_Perairan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (323kB) |
|
|
Text (Full Teks)
JUMARI_190254242020_Manajemen_Sumberdaya_Perairan_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Perairan Sungai Awat berada di Kampung Batu Licin, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Perairan Sungai Awat memiliki potensi ekosistem mangrove yang cukup besar. Salah satu upaya menjaga kondisi ekosisem mangrove tersebut perlu dilakukan monitoring kondisi mangrove secara berkala. Tujuan dalam penelitian ini adalah melakukan salah satu upaya monitoring dengan menentukan hutan mangrove berdasarkan perubahan spasial dan temporal kerapatan mengrove di Sei Awat dari tahun 2019 dan 2024. Berdasarkan nilai NDVI antara tahun 2019 dan 2024. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2024. Pada pengamatan ekosistem mangrove menggunaan metode spasial analisis dan menganalisis perubahan nilai NDVI dari citra resolusi sedang Sentinel 2A. Hasil penelitian menunjukkan luas total vegetasi mangrove Sei Awat pada tahun 2019 sebesar 93,21 Ha (100,0%). Mangrove dengan kerapatan jarang dengan luas 0,94 Ha (0,1%), kerapatan sedang dengan luas 2,50 Ha (2,7%), dan mangrove dengan kerapatan lebat dengan luas 89,77 Ha (96,3%). Hutan mangrove di Sei Awat pada tahun 2024 mengalami penurunan luas yaitu sebesar 3,91 Ha. Luas keseluruan mangrove di Sei Awat pada tahun 2024 adalah dengan luas 89,3 Ha (100,0%). Mangrove dengan kerapatan jarang dengan luas 1,00 Ha (1,1%), kerapatan sedang dengan luas 2,24 Ha (2,5%), dan mangrove dengan kerapatan lebat dengan luas 86,06 Ha (96,4%). Hutan mangrove di Sei Awat pada tahun 2019 memiliki nilai kerapatan dan luas lebih tinggi dibanding tahun 2024, yang memiliki nilai kerapatan dan luas yang lebih rendah, dan ini diperkirakan disebabkan oleh adanya kerusakan di beberapa titik karena adanya peralihan lahan vegetasi menjadi jalan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user manajemenSP | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2025 06:52 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2025 06:52 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9929 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
