PANJAITAN, INDAH MEILIANA and Samnuzulsari, Tri and Wahyuni, Sri (2026) REPRESENTASI FIGUR “HANNI NEW JEANS” DALAM GERAKAN PEREMPUAN MELAWAN: STUDI PADA KOMUNITAS FANS BUNNIES INDONESIA DI MEDIA SOSIAL TIKTOK. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
INDAH_MEILIANA_PANJAITAN _2205030048_Sosiologi - Cover.pdf - Published Version Download (314kB) |
|
|
Text (Abstrak)
INDAH_MEILIANA_PANJAITAN _2205030048_Sosiologi - Abstrak.pdf - Published Version Download (276kB) |
|
|
Text (Bab 1)
INDAH_MEILIANA_PANJAITAN _2205030048_Sosiologi - Bab 1.pdf - Published Version Download (524kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
INDAH_MEILIANA_PANJAITAN _2205030048_Sosiologi - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (240kB) |
|
|
Text (Full Teks)
INDAH_MEILIANA_PANJAITAN _2205030048_Sosiologi - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Kasus perundungan yang dialami Hanni, anggota grup vokal NewJeans, oleh manajemen ADOR dan HYBE memicu gelombang dukungan yang meluas di kalangan komunitas fans Bunnies Indonesia di media sosial TikTok, di mana figur Hanni mengalami transformasi representasi dari idola pop komersial menjadi simbol keberanian perempuan bertajuk “Perempuan Melawan”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana representasi figur Hanni NewJeans dikonstruksi oleh komunitas Bunnies Indonesia sebagai simbol keberanian dalam gerakan menyuarakan ketidakadilan dunia kerja oleh Gen Z di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan kerangka teori encoding-decoding Stuart Hall. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive, observasi terhadap 150 video, serta koding tematik atas data komentar TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi Hanni NewJeans dikonstruksi melalui tiga praktik digital berjenjang, yaitu produksi konten, pemberian komentar bermuatan simbol, dan penyebaran ulang (repost), yang berlangsung melalui proses decoding oposisional terhadap kode dominan-hegemonik industri hiburan. Proses tersebut didorong oleh kedekatan parasosial dan motivasi edukatif informan. Namun, triangulasi dengan data komentar publik menunjukkan bahwa makna tersebut tidak diterima secara seragam, sehingga representasi ini lebih tepat dipahami sebagai makna yang terus diperjuangkan (contested meaning-making). Penelitian ini juga menemukan bahwa seluruh praktik representasi berlangsung sepenuhnya sebagai aktivisme digital tanpa bukti keterlibatan informan pada aksi terorganisir di ruang fisik. Kata Kunci: representasi, encoding-decoding, Hanni NewJeans, Bunnies Indonesia, TikTok, aktivisme digital.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 303.6 Conflict Social/Konflik Sosial | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 06:45 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 06:45 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11603 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
