SIMANGUNSONG, DAMAYANTI and Yudhi Prastya, Imam and Ranba Sholeh, Chaerey (2026) CO-PRODUCTION DALAM PELAYANAN KESEHATAN: STUDI PADA POSYANDU NUSA INDAH 22. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
DAMAYANTI_SIMANGUNSONG_2205020085_Ilmu Administrasi Negara_Cover.pdf - Published Version Download (783kB) |
|
|
Text (Abstrak)
DAMAYANTI_SIMANGUNSONG_2205020085_Ilmu Administrasi Negara_Abstrak.pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text (Bab I)
DAMAYANTI_SIMANGUNSONG_2205020085_Ilmu Administrasi Negara_Bab I.pdf - Published Version Download (322kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DAMAYANTI_SIMANGUNSONG_2205020085_Ilmu Administrasi Negara_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (276kB) |
|
|
Text (Full Teks)
DAMAYANTI_SIMANGUNSONG_2205020085_Ilmu Administrasi Negara_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Ketimpangan kunjungan masyarakat dalam kegiatan Posyandu menjadi salah satu persoalan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, termasuk di Posyandu Nusa Indah 22, Kelurahan Kabil, Kota Batam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik co-production dalam program Posyandu serta mengidentifikasi bentuk kontribusi kader dalam mengurangi ketimpangan kunjungan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis tujuh dimensi co-production (actor, reasons, inputs, outputs, phase, means, context). Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa co-production telah berjalan melalui keterlibatan tiga aktor utama, yaitu pemerintah atau Puskesmas, kader, dan masyarakat, dengan kader berperan sentral sebagai penghubung yang menggerakkan partisipasi warga sekaligus mendukung pelaksanaan program kesehatan. Faktor pendukung meliputi komitmen kader, dukungan Puskesmas, layanan gratis, komunikasi yang baik, budaya gotong royong, serta penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Namun demikian, pelaksanaan co-production belum optimal karena keterlibatan masyarakat masih dominan pada tahap pelaksanaan, sementara partisipasi dalam perencanaan dan evaluasi masih terbatas, dipengaruhi oleh kesibukan kerja dan rendahnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi kesehatan, kapasitas kader, dan koordinasi antaraktor agar co-production dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 350 Public Administration/Administrasi Negara | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Administrasi Negara | |||||||||
| Depositing User: | user IAN | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 02:05 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 02:05 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12351 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
