SALSABILA, NABILA and Setiawan, Ramadhani and Azizi, Okky Rizki (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KELUARGA BERENCANA SEBAGAI STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KECAMATAN BINTAN TIMUR, KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
NABILA_SALSABILA_2205020105_IAN-Cover....pdf - Published Version Download (875kB) |
|
|
Text (Abstrak)
NABILA_SALSABILA_2205020105_IAN-Abstrak.pdf - Published Version Download (98kB) |
|
|
Text (BAB I)
NABILA_SALSABILA_2205020105_IAN-BAB I.pdf - Published Version Download (497kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
NABILA_SALSABILA_2205020105_IAN-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (255kB) |
|
|
Text (Full Teks)
NABILA_SALSABILA_2205020105_IAN-Full Teks...pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji kegagalan implementasi Kebijakan Keluarga Berencana (KB) sebagai strategi penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Bintan Timur. Meskipun program KB secara teoritis dirancang untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, realitas di lapangan menunjukkan bahwa tingginya angka partisipasi KB tidak berkorelasi dengan penurunan kemiskinan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus eksplanatori. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pelaksana kebijakan, tokoh masyarakat, dan penerima manfaat, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan kerangka teori implementasi kebijakan Pressman & Wildavsky (1973) dan Mazmanian & Sabatier (1983), yang diperkaya dengan perspektif Teori Transisi Demografi dan konsep kapabilitas Amartya Sen. Hasil penelitian mengungkap bahwa kegagalan implementasi disebabkan oleh tiga faktor utama: (1) koordinasi yang lemah antaraktor dalam rantai implementasi, (2) desain kebijakan yang tidak adaptif terhadap konteks kemiskinan dan sosial-budaya lokal, serta (3) kurangnya integrasi program KB dengan strategi penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program KB di Bintan Timur gagal menjadi instrumen penanggulangan kemiskinan karena terjebak dalam paradigma population control tanpa diikuti oleh pendekatan pemberdayaan yang memperluas kapabilitas keluarga miskin. Rekomendasi kebijakan yang diajukan meliputi integrasi layanan KB dengan program sosial-ekonomi, reformasi sistem monitoring berbasis outcome, dan penguatan peran Kader dalam advokasi KB. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Keluarga Berencana, Penanggulangan Kemiskinan, Kapabilitas, Bintan Timur
Actions (login required)
![]() |
View Item |
