NANDO SIMANULANG, FERDIAN and Wiwik Swastiwi, Anastasia and Gunawan, Desri (2026) ANALISIS STRATEGI HEDGING INDONESIA DALAM KERJA SAMA INFRASTRUKTUR DENGAN TIONGKOK DALAM KERANGKA BELT AND ROAD INITIATIVE (BRI). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Ferdian_Nando_Simanullang_2205050031_Ilmu_Hubungan_Internasional_Cover.pdf - Published Version Download (809kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Ferdian_Nando_Simanullang_2205050031_Ilmu_Hubungan_Internasional_Abstrak.pdf Download (151kB) |
|
|
Text (Bab I)
Ferdian_Nando_Simanullang_2205050031_Ilmu_Hubungan_Internasional_BAB 1.pdf - Published Version Download (315kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Ferdian_Nando_Simanullang_2205050031_Ilmu_Hubungan_Internasional_Daftar Pustaka.pdf Download (297kB) |
|
|
Text (Full Text)
Ferdian_Nando_Simanullang_2205050031_Ilmu_Hubungan_Internasional_Fullteks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penetrasi geoekonomi Tiongkok melalui Belt and Road Initiative (BRI) menempatkan Indonesia pada dilema antara kebutuhan percepatan infrastruktur dan risiko ketergantungan asimetris. Indonesia merespons dilema tersebut melalui kerja sama infrastruktur pada proyek- proyek strategis, yakni Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), Kawasan Industri Morowali, dan PLTU Jawa 7. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi hedging Indonesia yang mencakup Returns-Maximizing Options dan Risk-Contingency Options pada kebijakan kerja sama infrastruktur dengan Tiongkok dalam kerangka BRI, serta menjelaskan manfaat ekonomi yang diperoleh Indonesia dari implementasi strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan kerangka teori strategi hedging dari Cheng�Chwee Kuik (2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi hedging Indonesia diwujudkan melalui kombinasi dua pilar yang saling menetralkan. Pada pilar Returns�Maximizing Options, Indonesia secara pragmatis menerima investasi dan teknologi Tiongkok (economic-pragmatism), namun mengikatnya pada regulasi domestik melalui penolakan jaminan pemerintah dan kewajiban TKDN (binding-engagement), serta memberikan ruang akomodasi dengan pembatasan ketat seperti penguasaan saham mayoritas oleh BUMN (limited-bandwagoning). Sementara itu, pada pilar Risk-Contingency Options, Indonesia melakukan diversifikasi mitra ekonomi dan menerapkan kebijakan hilirisasi sumber daya alam (economic-diversification), serta melakukan penolakan tegas terhadap klaim geopolitik Tiongkok dan memperkuat kemitraan keamanan dengan kekuatan saingan (dominance-denial dan indirect-balancing). Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi hedging Indonesia memungkinkan negara untuk memperoleh manfaat ekonomi substansial berupa percepatan modernisasi konektivitas, transformasi hilirisasi industri, dan kestabilan pasokan energi, tanpa harus mengorbankan kedaulatan fiskal dan otonomi strategis nasional.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 380. Perdagangan, Komunikasi, Transportasi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 04:05 | |||||||||
| Last Modified: | 04 Aug 2026 04:05 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11682 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
