Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYALAHGUNAAN AI DALAM DEEPFAKE VIDEO PENIPUAN ONLINE DITINJAU DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA

AISYAH NAZRITA, LIZA and Endri, Endri and Syahputra, Irwandi (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENYALAHGUNAAN AI DALAM DEEPFAKE VIDEO PENIPUAN ONLINE DITINJAU DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
LIZA_AISYAH_NAZRITA_2105040026_Ilmu Hukum_Cover.pdf - Published Version

Download (419kB)
[img] Text (Abstrak)
LIZA_AISYAH_NAZRITA_2105040026_Ilmu Hukum_Abstrak.pdf - Published Version

Download (21kB)
[img] Text (Bab I)
LIZA_AISYAH_NAZRITA_2105040026_Ilmu Hukum_Bab I.pdf - Published Version

Download (93kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
LIZA_AISYAH_NAZRITA_2105040026_Ilmu Hukum_Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (90kB)
[img] Text (Full Teks)
LIZA_AISYAH_NAZRITA_2105040026_Ilmu Hukum_Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya teknologi deepfake, telah memunculkan penipuan online melalui penyebaran informasi palsu yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Penegakan hukumnya masih mengacu pada Pasal 28 ayat (1) UU ITE karena belum terdapat pengaturan khusus mengenai deepfake. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara yuridis penyalahgunaan AI dalam deepfake video penipuan online ditinjau dalam hukum pidana Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori tindak pidana, teori pertanggungjawaban pidana, dan teori kepastian hukum untuk menganalisis penyalahgunaan AI melalui video deepfake dalam penipuan online berdasarkan Pasal 28 ayat (1) UU ITE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundangundangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan AI melalui video deepfake untuk penipuan online dapat dikenakan Pasal 28 ayat (1) UU ITE. Pertanggungjawaban pidana dibebankan kepada pelaku sebagai pengguna AI, sedangkan AI hanya sebagai alat. Namun, masih diperlukan regulasi khusus mengenai AI dan deepfake untuk memberikan kepastian hukum. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pasal 28 ayat (1) UU ITE dapat digunakan sebagai dasar hukum terhadap penyalahgunaan AI melalui video deepfake, namun diperlukan pengaturan yang lebih khusus. Kata Kunci: Artificial Intelligence (AI), Deepfake, Penipuan Online, Hukum Pidana

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDEndri, EndriNIP.198806262014041001
UNSPECIFIEDSyahputra, IrwandiNIP.199407192019031007
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: user ilmuhukum
Date Deposited: 10 Aug 2026 05:47
Last Modified: 10 Aug 2026 05:47
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12286

Actions (login required)

View Item View Item