TAMMARDHIAH, RODHIA and Nuraini, Lia and Kaloko, Ilhamda Fattah (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP ADAPTASI POSTER FILM SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN OLEH BANK INDONESIA MENGGUNAKAN GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
RODHIA_TAMMARDHIAH_2205040027_Ilmu_Hukum - Cover.pdf - Published Version Download (746kB) |
|
|
Text (Abstrak)
RODHIA_TAMMARDHIAH_2205040027_Ilmu_Hukum - Abstrak.pdf - Published Version Download (321kB) |
|
|
Text (BAB I)
RODHIA_TAMMARDHIAH_2205040027_Ilmu_Hukum - BAB I.pdf - Published Version Download (720kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
RODHIA_TAMMARDHIAH_2205040027_Ilmu_Hukum - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (308kB) |
|
|
Text (Full Teks)
RODHIA_TAMMARDHIAH_2205040027_Ilmu_Hukum - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Poster film Sore: Istri dari Masa Depan menarik perhatian publik sejak pertama kali dirilis, kemudian desainnya diadaptasi oleh Bank Indonesia sebagai media promosi program magang dengan memanfaatkan teknologi Generative Artificial Intelligence. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah tindakan adaptasi tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta serta mengkaji bentuk pelindungan hukum bagi pencipta poster film berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif hak moral, tindakan adaptasi tersebut memenuhi kualifikasi pelanggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Hak Cipta, karena terdapat modifikasi terhadap elemen esensial ciptaan tanpa persetujuan pencipta. Sebaliknya, dari perspektif hak ekonomi, tindakan tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran karena memenuhi unsur pengecualian dalam Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Hak Cipta. Sebagai akibat dari pelanggaran hak moral tersebut, Bank Indonesia dapat dimintai pertanggungjawaban secara perdata berdasarkan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata, sehingga pencipta berhak mengajukan gugatan ganti rugi melalui Pengadilan Niaga. Adapun dari segi pelindungan hak cipta di era kecerdasan buatan, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pelindungan tersebut belum berjalan optimal karena adanya kekosongan norma dan keterbatasan pengaturan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi yang secara tegas mengatur penggunaan kecerdasan buatan guna menjamin kepastian hukum, keadilan, serta keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelindungan hak cipta.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum > 346 Private Law/Hukum Privat, Hukum Perdata | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum | |||||||||
| Depositing User: | user ilmuhukum | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 01:50 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Aug 2026 01:50 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
