RAMADHANI, HASNIYATUL and Abdul, Malik and Dody, Irawan (2026) REPRESENTASI KETIMPANGAN SOSIAL DALAM FILM PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI KARYA JOKO ANWAR. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
HASNIYATUL RAMADHANI_2203010051_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia_Cover.pdf - Published Version Download (769kB) |
|
|
Text (Abstrak)
HASNIYATUL RAMADHANI_2203010051_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia_Abstrak.pdf - Published Version Download (232kB) |
|
|
Text (BAB I)
HASNIYATUL RAMADHANI_2203010051_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia_BAB I.pdf - Published Version Download (264kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
HASNIYATUL RAMADHANI_2203010051_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (244kB) |
|
|
Text (Skripsi Full Teks)
HASNIYATUL RAMADHANI_2203010051_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia_Skripsi Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi ketimpangan sosial dalam film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Ketimpangan sosial dianalis berdasarkan teori Max Weber yang meliputi ketimpangan ekonomi, ketimpangan status sosial, dan ketimpangan kekuasaan politik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian berasal dari dialog dan adegan dalam film Pengepungan di Bukit Duri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simat dan catat berbantuan google docs. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi teori dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Pengepungan di Bukit Duri merepresentasikan ketimpangan sosial melalui tiga bentuk utama yaitu: (1) ketimpangan ekonomi yang tercermin melalui keterbatasan akses pendidikan dan pekerjaan; (2) ketimpangan status sosial yang ditunjukkan melalui diskriminasi etnis, stereotip, serta perlakuan tidak adil terhadap kelompok minoritas; dan (3) ketimpangan kekuasaan politik yang tampak melalui penyalahgunaan otoritas dan lemahnya perlindungan negara terhadap masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan status sosial yang paling dominan dalam film tersebut. Dengan demikian, film Pengepungan di Bukit Duri tidak hanya menyajikan konflik naratif, tetapi juga merefleksikan realitas sosial mengenai struktur masyarakat yang timpang dan relasi kekuasaan yang tidak setara.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum > 070 - 079 Journalism, News Media, Publishing (Jurnalisme, Media Berita, Penerbitan) > 070.18 Documentary Films, Educational Films/Film Dokumenter, Film Pendidikan 300. Ilmu Sosial > 303.6 Conflict Social/Konflik Sosial |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | |||||||||
| Depositing User: | user Bahasa1 | |||||||||
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 03:53 | |||||||||
| Last Modified: | 26 Jan 2026 03:53 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10514 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
