PUTRI, NUR’AINI HERLINA and Shanty, Isnaini Leo and Elfitra, Legi (2026) MAKNA SEMIOTIKA DALAM TRADISI MANDI SAFAR MASYARAKAT MELAYU PULAU PENYENGAT. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
NUR’AINI HERLINA PUTRI_2103010091_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Cover.pdf - Published Version Download (747kB) |
|
|
Text (Abstrak)
NUR’AINI HERLINA PUTRI_2103010091_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Abstrak.pdf - Published Version Download (794kB) |
|
|
Text (BAB I)
NUR’AINI HERLINA PUTRI_2103010091_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - BAB I.pdf - Published Version Download (737kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
NUR’AINI HERLINA PUTRI_2103010091_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (514kB) |
|
|
Text (Full Teks)
NUR’AINI HERLINA PUTRI_2103010091_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna semiotika yang terdapat dalam tradisi Mandi Safar yang dilakukan oleh masyarakat Melayu Pulau Penyengat. Tradisi Mandi Safar termasuk dalam bentuk warisan budaya lisan yang hingga kini masih dilaksanakan dan memiliki berbagai simbol budaya, sosial, serta spiritual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh adat dan warga sekitar, serta dokumentasi. Untuk menganalisis data, dilakukan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis didasarkan pada kajian semiotika yang membagi tanda menjadi tiga jenis yaitu ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mandi Safar memiliki makna semiotika berupa makna ikon yang terlihat dari aktivitas dan alat ritual, makna indeks yang menunjukkan hubungan antara tindakan ritual dengan harapan keselamatan, serta makna simbol yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, solidaritas sosial, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur. Dengan demikian, tradisi Mandi Safar tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk meneruskan makna semiotika kepada generasi muda.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 390. Adat Istiadat, Etiket, Folklor > 394.2 Special Occasions/Peristiwa Khusus | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia | |||||||||
| Depositing User: | user Bahasa1 | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 06:52 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Jan 2026 06:52 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10548 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
