RAIHANA FADILLAH, ADIBA and setiandika igiasi, teguh and solina, emmy (2026) BUDAYA KONSUMTIF GEN Z DALAM TREN KULINER DI KOTA TANJUNGPINANG. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (COVER)
ADIBARAIHANAFADILLAH_2205030016_SOSIOLOGI_COVER_.pdf - Published Version Download (591kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ADIBARAIHANAFADILLAH_2205030016_SOSIOLOGI_ABSTRAK.pdf - Published Version Download (394kB) |
|
|
Text (BAB I)
ADIBARAIHANAFADILLAH_2205030016_SOSIOLOGI_BAB I.pdf - Published Version Download (457kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
ADIBARAIHANAFADILLAH_2205030016_SOSIOLOGI_DAFTAR PUSTAKA .pdf - Published Version Download (376kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
ADIBARAIHANAFADILLAH_2205030016_SOSIOLOGI_FULL TEXT_.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena tren kuliner viral di media sosial menunjukkan bahwa praktik konsumsi makanan di kalangan Generasi Z tidak lagi semata-mata didasarkan pada kebutuhan biologis atau pertimbangan rasa, melainkan semakin dipengaruhi oleh popularitas, visualitas, dan intensitas perbincangan di ruang digital. Di Kota Tanjungpinang, sebagai kota menengah dengan tingkat akses internet yang tinggi, dinamika ini turut membentuk pola konsumsi generasi muda yang terintegrasi dengan logika representasi media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya konsumtif Generasi Z terbentuk dalam merespons tren kuliner viral di media sosial, serta bagaimana konsumsi dimaknai sebagai praktik simbolik yang berkaitan dengan pembentukan identitas dan reproduksi tren di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap Generasi Z di Kota Tanjungpinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses konsumsi diawali dari paparan konten kuliner yang muncul secara berulang di FYP TikTok dan Reels Instagram, yang membangun rasa penasaran dan dorongan untuk tetap up to date. Konsumsi kemudian dimaknai bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan, tetapi sebagai pengalaman sosial, alat penyambung interaksi, serta bentuk self-reward. Setelah pembelian, praktik konsumsi berlanjut pada ritual dokumentasi dan unggahan selektif di media sosial, di mana hanya makanan yang dianggap estetik atau viral yang dibagikan. Pola ini menunjukkan mekanisme sirkular di mana media sosial menjadi titik awal produksi tren, konsumsi menjadi respons atas paparan tersebut, dan representasi ulang pengalaman konsumsi berfungsi sebagai reproduksi tanda yang memperkuat sistem tren itu sendiri. Kata kunci: Budaya Konsumtif, Generasi Z, Tren Kuliner, Konsumsi simbolik.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 302.23. Media Komunikasi, Media Massa | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 07:55 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 07:55 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11726 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
